Home > Tips

Tetap Selamat Saat Memotret Demo Rusuh

Saat memotret demo yang berujung rusuh tidak hanya diperlukan peralatan fotografi yang mumpuni, alat pengaman diri menjadi kebutuhan dasar untuk bisa survive.
Saat memotret demo yang berujung rusuh tidak hanya diperlukan peralatan fotografi yang mumpuni, alat pengaman diri menjadi kebutuhan dasar untuk bisa survive. Foto ilustrasi: Kabut asap gas air mata mengepul saat aksi menolak revisi UU Pilkada oleh DPR RI berakhir rusuh di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Kamis (22/8/2024).  (KANGJEPRET.ID/YOGI ARDHI) (Kamera: Nikon D3, Lensa Nikkor AF 28/2.8 D).
Saat memotret demo yang berujung rusuh tidak hanya diperlukan peralatan fotografi yang mumpuni, alat pengaman diri menjadi kebutuhan dasar untuk bisa survive. Foto ilustrasi: Kabut asap gas air mata mengepul saat aksi menolak revisi UU Pilkada oleh DPR RI berakhir rusuh di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Kamis (22/8/2024). (KANGJEPRET.ID/YOGI ARDHI) (Kamera: Nikon D3, Lensa Nikkor AF 28/2.8 D).

KANGJEPRET.ID, REPUBLIKA NETWORK -- Saat memotret aksi unjukrasa selain alat fotografi, perlengkapan pengaman diri juga wajib dibawa. Kita harus bersiap mengantisipasi berbagai kemungkinan eskalasi yang akan terjadi saat unjukrasa.

Masker wajah sangat penting untuk melindungi dari debu, asap, atau gas air mata. Masker yang dimaksud adalah masker berstandar industri yang bisa menyaring partikel-partikel halus serbuk gas air mata.

Helm skater bisa melindungi kepala dari benturan benda keras di sekitar lokasi demonstrasi namun dengan tetap menjaga kenyamanan saat mengambil gambar. Kacamata goggles industrial yang berfungsi melindungi mata dari berbagai arah.

Tidak kalah penting, membawa odol (pasta gigi) untuk mengurangi efek iritasi gas air mata dan air mineral sebagai penetral rasa pedih di mata dan mulut. Pasta gigi ini dioleskan di sekitar kantung mata untuk merangsang mata mengeluarkan airmata sehingga serbuk gas air mata tidak langsung mengenai mata.

Partikel gas air mata berbentuk serbuk sangat halus yang bisa melayang dan menempel di kelopak mata dan alis. Jangan dikucek, siram dengan air mengalir dengan posisi kepala miring.

Pastikan membawa kartu identitas pers serta mengenakan pakaian yang nyaman dan mudah dikenali sebagai media. Jika anda bukan pekerja media pertimbangkan kembali keputusan untuk memotret aksi demo ini, terutam saat terjadi kerusuhan. Bagi mahasiwa atau trainee yang diharuskan untuk memotret peristiwa seperti ini memotret secara berkelompok. Ikuti senior atau wartawan foto lain yang sedang meliput. Sekaligus menjadi sarana berjejaring.

Helm, kacamata goggle, masker standar industrial, odol, air mineral dan syal (atau handuk kecil) akan sangat bermanfaat saat memotret dalam kondisi rusuh. (KANGJEPRET.ID/YOGI ARDHI) (Xiaomi 14T) 
Helm, kacamata goggle, masker standar industrial, odol, air mineral dan syal (atau handuk kecil) akan sangat bermanfaat saat memotret dalam kondisi rusuh. (KANGJEPRET.ID/YOGI ARDHI) (Xiaomi 14T)

Terakhir, theres no news (photos) worth your life. Tidak ada berita atau foto yang sepadan dengan keselamatan jiwa kita. Sebelum dan sesudah pengambilan gambar, selalu utamakan keselamatan. Terutama bagi mereka yang memang tidak dituntut untuk menghasilkan foto-foto terkait peristiwa rusuh ini.

Sejak awal pandai-pandai membaca eskalasi suasana demo yang bisa berubah 180 derajat dalam hitungan menit.

Persiapkan rute aman untuk keluar jika situasi semakin memburuk. Ingat, foto terbaik tidak sebanding dengan keselamatan yang hilang. Dengan persiapan matang, perlengkapan lengkap, dan kewaspadaan tinggi, memotret demonstrasi massa yang berisiko rusuh dapat dilakukan dengan aman sambil tetap menghasilkan dokumentasi yang kuat dan bermakna.

× Image