
KANGJEPRET, REPUBLIKA NETWORK – Persib Bandung harus gigit jari setelah kemenangan yang sudah di depan mata sirna di menit-menit akhir pertandingan kontra Dewa United dalam lanjutan Grup B Piala Presiden 2025. Laga yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Selasa (8/7/2025) malam WIB, berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil ini membuat langkah Maung Bandung di turnamen pramusim ini semakin berat untuk melaju ke babak selanjutnya.


Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Dewa United, meski harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-18 setelah Cassio Fernando diganjar kartu merah karena menyikut pemain muda Persib, Zulkifli Lukmansyah, tetap menunjukkan perlawanan sengit. Mereka mampu mengimbangi permainan Persib yang mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Beberapa peluang sempat tercipta di kedua kubu, namun hingga turun minum, skor kacamata 0-0 tetap bertahan.

Kebuntuan akhirnya pecah di babak kedua. Pada menit ke-65, William Marcilio berhasil membawa Persib unggul 1-0 melalui sepakan mendatar yang tak mampu dibendung kiper Dewa United, Sonny Stevens. Gol tersebut sempat membangkitkan optimisme bobotoh yang memadati stadion. Persib pun semakin gencar melancarkan serangan untuk memperlebar keunggulan.

Namun, drama terjadi di penghujung laga. Di masa injury time, Dewa United mendapatkan hadiah penalti setelah bola sepakan Egy Maulana Vikri mengenai tangan Dedi Kusnandar di kotak terlarang. Egy Maulana Vikri yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya, menaklukkan kiper debutan Persib, Adam Przybek, dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol penalti di menit akhir ini sontak membuyarkan kemenangan Persib yang sudah di genggaman.
Hasil imbang ini menempatkan Persib di posisi terbawah klasemen Grup B dengan hanya mengoleksi satu poin dari dua pertandingan. Peluang Maung Bandung untuk melaju ke final Piala Presiden 2025 menjadi sangat tipis, bahkan nyaris tertutup. Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengakui kekecewaannya atas hasil ini, namun ia tetap menilai performa timnya jauh lebih baik daripada skor yang tercatat di papan.

