
KANGJEPRET.ID — Puluhan karya lukisan siswa SMP Negeri 7 Bandung dipamerkan di area Bandung Indah Plaza (BIP), Bandung, Senin (11/5/2026). Pameran bertajuk “Citra Keindahan Alam dan Budaya Nusantara” itu menampilkan beragam karya seni rupa yang menggambarkan kekayaan alam, budaya, hingga identitas Indonesia dari sudut pandang para pelajar.
Deretan lukisan dipajang memenuhi lorong area foodcourt di lantai teraatas mal dan menarik perhatian pengunjung. Beberapa karya menampilkan panorama pantai, pegunungan, candi, hingga ragam budaya daerah seperti tari tradisional dan ornamen khas Nusantara. Sejumlah pengunjung tampak berhenti untuk mengamati detail karya yang dibuat para siswa.
Pameran diselenggarakan untuk memamerkan karya hasil ujian praktik pelajaran seni rupa siswa SMPN 7 Bandung. Hal ini disampaikan guru pengampu seni rupa SMPN 7 Bandung, Jasa Sembiring di sela acara pameran. Menurutny pameran lukisan di luar sekolah merupakan bagian rangkaian pembelajaran seni lukis yang diajarkan di kelas sejak semester 1.
Bagi Jasa pembelajaran seni rupa di SMPN 7 merupakan pembelajaran yang tuntas. Dimulai dari belajar teknik dasar, menggambar, melukis, berpameran hingga menjualnya kepada konsumen. “Jika ada yang terjual baru Saya anggap pembelajaran ini tuntas,” ujar Jasa.
“Jumlah lukisan yang dipamerkan mencapai 164 karya lukis,” tambah Jasa. Lukisan-lukisan ini memang memajang harga jual yang terpampang di label keterangan lukisan. Harga yang terpampang mulai dari Rp 300.000 hingga Rp 1.500.000.” Menurutnya dengan belajar melukis, berpameran hingga menjual karya diharapkan wawasan siswa akan profesi pelukis ikut terbuka.
Sementara dalam pengantar pameran, kurator RK Santang menyebut keberagaman dalam seni rupa bukan sekadar latar, melainkan denyut yang menghidupkan imaji itu sendiri. Menurutnya, setiap karya dalam pameran menjadi bahasa yang mempertemukan identitas, ingatan, serta cara pandang siswa terhadap Indonesia.
“Imaji rupa dalam pameran ini kita pahami sebagai cermin sekaligus jendela. Cermin yang memantulkan identitas majemuk kita sebagai manusia Indonesia, dan jendela yang membuka kemungkinan untuk melihat dunia dari sudut yang tak biasa,” tulis RK Santang dalam pengantar pameran.
Ia juga menyoroti proses kreatif para siswa yang dinilai lahir dari pengalaman artistik yang jujur. Beberapa karya menampilkan gaya visual dekoratif, realisme sederhana, hingga eksplorasi warna-warna cerah yang menggambarkan keberanian berekspresi para pelajar.
Pameran tersebut sekaligus menjadi ruang apresiasi seni bagi siswa SMPN 7 Bandung. Selain menampilkan hasil praktik seni rupa, kegiatan itu juga menjadi sarana membangun kepercayaan diri siswa untuk menampilkan karya mereka di ruang publik dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Dalam pengantar pameran disebutkan pula bahwa pendidikan seni rupa tidak hanya mengasah keterampilan visual, tetapi juga membantu siswa mengekspresikan pikiran dan perasaan. Melalui pameran itu, para siswa diajak memahami bahwa seni dapat menjadi ruang pertemuan antara budaya, pengalaman, dan harapan di tengah perkembangan dunia digital dan kecerdasan buatan.





