
KANGJEPRET.ID – Bank Indonesia Jawa Barat terus mendorong perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di berbagai sektor ekonomi. Salah satunya melalui kampanye penggunaan QRIS di The Hallway Space, Pasar Kosambi, Kota Bandung, Senin, (17/8/2026). Kegiatan bertajuk QRISKeun The Hallway Space tersebut menjadi puncak rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 di Jawa Barat.
Kampanye tersebut menyasar kawasan yang dikenal sebagai salah satu ruang berkumpulnya pelaku industri kreatif dan UMKM. BI Jabar ingin memperlihatkan bahwa pembayaran digital tidak hanya digunakan di pusat perbelanjaan, tetapi juga dapat diterapkan dalam aktivitas ekonomi di pasar, ruang kreatif, sektor pariwisata hingga usaha yang digerakkan generasi muda.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan QRIS dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. “Pekan QRIS Nasional menjadi momentum untuk semakin mendekatkan QRIS kepada masyarakat. Melalui semangat QRIS-na Hiji, Mangpaatna Réa, Bank Indonesia ingin menunjukkan bahwa satu standar pembayaran dapat memberikan banyak manfaat dan hadir di berbagai aktivitas masyarakat,” ujar Junanto.
Menurut Junanto, industri kreatif memiliki peran penting dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. The Hallway Space dinilai menjadi salah satu ruang strategis karena banyak dihuni pelaku UMKM dan anak muda. “Industri kreatif ini juga bagian dari memberdayakan UMKM dan ini digerakkan oleh anak muda makanya kita mencari pertumbuhan ekonomi baru, sumber ekonomi baru di Jawa Barat ini,” katanya.

Perkembangan penggunaan QRIS di Jawa Barat juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada triwulan II 2026, volume transaksi QRIS mencapai 1,46 miliar transaksi atau tumbuh 187,06 persen secara tahunan. Sementara nilai transaksinya mencapai Rp125,35 triliun atau meningkat 135,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi pengguna, jumlah masyarakat Jawa Barat yang menggunakan QRIS telah mencapai 14,49 juta atau sekitar 22,99 persen dari total pengguna nasional. Sementara jumlah merchant mencapai 9,87 juta dengan pangsa sekitar 22,01 persen secara nasional. Angka tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu wilayah dengan ekosistem QRIS terbesar di Indonesia.

Di The Hallway Space, BI Jabar juga mendorong agar para tenant, termasuk pelaku UMKM, semakin terbiasa menggunakan QRIS dalam transaksi. Pembayaran digital dinilai dapat memberikan kemudahan sekaligus memperluas akses transaksi bagi konsumen. “Jadi, semua tenant di The Hallway Space ini, termasuk UMKM, sudah dapat menggunakan QRIS. Itu salah satu yang kami harapkan,” tegas Junanto.
BI Jabar menegaskan kampanye QRIS tidak berhenti setelah Pekan QRIS Nasional berakhir. Edukasi dan perluasan akseptasi akan terus dilakukan dengan tetap memperhatikan keamanan serta perlindungan konsumen. “Setelah rangkaian Pekan QRIS Nasional berakhir, semangat QRISKeun Jabar tentu tidak berhenti di sini. Kami berharap penggunaan QRIS terus menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari dengan tetap mengedepankan keamanan dan pelindungan konsumen,” pungkas Junanto.
