
KANGJEPRET.ID — Di pesisir Santolo, Garut, malam tak pernah benar-benar gelap. Di atas geladak perahu dan di sela anyaman bambu dermaga, cahaya-cahaya kecil berpendar—hijau, putih, kadang kebiruan—menjadi penuntun rezeki bagi para nelayan yang mengandalkan cara sederhana untuk mengumpulkan ikan.
Rangkaian lampu sangat sederhana itu bukan perangkat mahal.

Terbuat dari tabung-tabung pipa pvc yang dilapisi lem bakar pelindung, disusun manual dengan kabel seadanya yang ditahan karet ban dalam bekas. Untuk sumber daya nelayan memanfaatkan baterai isi ulang 18650 mAh yang biasa digunakan pemakai rokok elektrik. Meski sederhana, cahaya tersebut punya fungsi vital: menarik perhatian ikan agar mendekat ke area jaring.

“Kalau malam gelap, ikan susah dikumpulkan. Pakai lampu ini, mereka datang sendiri,” ujar Indra (40) seorang nelayan setempat sambil memeriksa rangkaian baterai yang sedang diisi ulang dayanya. Rangkaian sederhana ini kemudian dimasukkan ke dalam ke dalam tabung kedap air untuk memastikan setiap sambungan kabel tetap kering agar tidak korsleting saat terkena cipratan air laut.

Setiap dua hari sekali daya baterai-baterai ini diisi ulang di daratan. di lantai kayu, dikelilingi charger baterai dan sel-sel warna-warni. Ia satu per satu mengisi daya, memastikan lampu bisa menyala sepanjang malam. Aktivitas ini menjadi rutinitas lain sebelum melaut— selain persiapan yang tak kalah penting dari menyiapkan jaring atau bahan bakar.
Metode ini dikenal efektif untuk jenis ikan tertentu yang tertarik pada cahaya. Saat lampu dinyalakan, gerombolan ikan perlahan berkumpul di bawah sumber cahaya.

Namun, cara ini juga punya tantangan. Ketergantungan pada baterai membuat nelayan harus ekstra cermat dalam manajemen daya. Jika lampu padam terlalu cepat, peluang tangkapan bisa hilang. Belum lagi risiko kerusakan akibat air asin yang korosif terhadap kabel dan perangkat.
Di tengah keterbatasan, kreativitas menjadi kunci. Para nelayan Santolo terus berinovasi dengan alat yang mereka punya. Dari tangan-tangan terampil itu, teknologi sederhana lahir—bukan untuk gaya, tapi untuk bertahan hidup.
Cahaya kecil yang mereka pasang mungkin tampak sepele bagi sebagian orang. Namun bagi nelayan Santolo, itulah harapan yang menyala di tengah laut, mengundang ikan sekaligus menjaga keberlangsungan hidup keluarga mereka.

