
KANGJEPRET.ID – Suasana hangat penuh canda mewarnai area pemakaman keluarga di kawasan Babakan Tarogong, Kota Bandung, pada Ahad (22/3/2026). Puluhan anggota keluarga besar RIS Abdul Rahman dari berbagai usia berkumpul dalam tradisi tahunan menziarahi makam keluarga. Pada penghujung acara ini diwarnai pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) yang selalu dinanti setiap momen Lebaran.
Tradisi ini biasanya ditujukan bagi anggota keluarga yang masih berstatus anak-anak dan keponakan dalam struktur keluarga besar yang bermukim di kawasan Jalan Kebon Manggu. Bandung ini. Namun, seperti tahun sebelumnya, cara pembagian THR kini mengalami penyesuaian mengikuti perkembangan teknologi digital yang semakin akrab di masyarakat.

Adalah Cesa David Lukmansyah, seorang sineas yang tahun berinisiatif membagikan THR dengan cara memindai QRIS. “Alhamdulillah, tahun ini kesampaian menjalani Ramadhan hingga Idul Fitri sekarang dan bisa berbagi kebahagiaan dengan melalui fitur QRIS,” tambah Cesa. Bagi lelaki yang tengah menjalani debut sebagai sutradara film layar lebar ini penggunaan QRIS, sangat praktis dan tidak dipusingkan harus antre menukarkan lembaran uang tunai baru, sehingga pembagian THR berlangsung lebih praktis tanpa uang fisik.
Dengan memegang ponsel dan membuka aplikasi mobile bankingnya, Cesa tampak sibuk memindai satu per satu kode QRIS rekening anggota keluarga yang sudah mengantre. Remaja hingga orang dewasa tampak sigap membuka aplikasi perbankan mereka, sementara anak-anak yang belum memiliki akun meminjam gawai milik orang tuanya untuk ikut mengantre secara digital. Gelak dan tawa mewarnai antrean, ketika salah satu anggota keluarga yang mencoba Kode QRIS-nya dipindai lebih dari satu kali.

Penggunaan QRIS dalam tradisi keluarga ini bukan hal baru. Pada Lebaran tahun lalu, kegiatan serupa telah lebih dulu diperkenalkan oleh sang kakak, sehingga tahun ini semakin banyak anggota keluarga yang terbiasa dengan sistem pembayaran digital tersebut. “Tahun lalu saat kakak saya membagikan THR dengan cara ini. Saat itu Saya berniat akan melakukan hal yang sama,” ujar ayah satu anak yang puluhan tahun menjadi editor film ini.
Penggunaan QRIS di Jawa Barat
Secara regional, tren penggunaan QRIS di Jawa Barat menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat. Data dari Bank Indonesia mencatat pada triwulan I-2025, volume transaksi QRIS di Jawa Barat tumbuh hingga 129,57 persen (year on year), sementara nominal transaksinya meningkat 121,53 persen (yoy). Pertumbuhan tinggi ini didorong oleh posisi Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah merchant QRIS terbanyak secara nasional.

Per Mei 2025, jumlah merchant QRIS di Jawa Barat tercatat mencapai sekitar 8,28 juta atau setara 21,73 persen dari total nasional. Dominasi ini turut ditopang oleh masifnya digitalisasi serta berbagai kegiatan yang mendorong adopsi transaksi non-tunai.
Selain itu, jumlah pengguna QRIS secara nasional juga terus meningkat signifikan. Hingga Desember 2025, pengguna QRIS telah menembus angka 60 juta, mencerminkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital, termasuk saat momentum Ramadan dan Lebaran.

Fenomena ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya merambah sektor bisnis, tetapi juga mulai mengubah tradisi keluarga. Di tengah kebersamaan Idul Fitri, inovasi seperti QRIS mampu menghadirkan cara baru berbagi rezeki yang praktis, tanpa mengurangi makna silaturahmi yang telah terjaga dari generasi ke generasi.
