
KANGJEPRET.ID — Mahasiswa Program Studi Fotografi dan Film Universitas Pasundan (Unpas) menggelar pameran karya fotografi bertajuk “Ruang Bernafas” di Bandung Creative Hub, 21–26 Februari 2026. Pameran ini mengangkat tema mental health issue sebagai respons atas meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental di kalangan generasi muda.
Pameran ini merupakan bagian dari mata kuliah terkait yang diajarkan di program studi Fotografi dan Film. di antaranya Medium Theory, Philosophy and Aesthetic, Photographic Composition, Management of Production and Presentation, Artificial Lighting Setup, Creating Photography Artwork, hingga Computer Graphic.
Ketua panitia pelaksana, M Rafli, mahasiswa semester 4 Fotografi dan Film Unpas angkatan 2024, mengatakan tema kesehatan mental dipilih karena dinilai dekat dengan realitas mahasiswa saat ini. Menurutnya para peserta pameran angkatan 24 ini mengalami sendiri berbagai kesehatan mental yang dijadikan tema utama.
Pameran ini digambarkan sebagai undangan untuk memasuki “labirin emosi” yang kerap dianggap tabu. Pengunjung diajak sejenak menanggalkan topeng “aku baik-baik saja” dan memberi ruang pada kerentanan sebagai bagian dari proses penyembuhan. Pameran menampilkan total 19 karya foto terdiri dari sembilan karya berbasis Augmented Reality (AR) dan 10 karya menggunakan teknik cyanotype.
Pendekatan ini dipilih untuk memperluas pengalaman visual pengunjung, sekaligus mengeksplorasi medium fotografi di luar teknik konvensional. Melalui teknologi Augmented Reality, sebagian karya dapat diakses secara interaktif menggunakan perangkat gawai dan Applikasi tertentu. Sementara itu, teknik cyanotype menghadirkan nuansa biru khas dengan pendekatan alternatif.
Pameran “Ruang Bernafas” juga diramaikan dengan rangkaian program fotografi dan film, termasuk screening film dan pematerian. Kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah sponsor dan media partner lokal. Melalui pameran ini, mahasiswa Fotografi dan Film Unpas berharap isu kesehatan mental dapat dibicarakan lebih terbuka melalui bahasa visual yang komunikatif dan reflektif.




