
KANGJEPRET.ID — Sebanyak 20 pegiat fotografi asal Kota Bandung mengikuti kegiatan “Vivo Photo Trip” yang digelar di kawasan Pantai Sayang Heulang dan Pantai Santolo, Kabupaten Garut, pada Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini diinisiasi oleh PT Vivo Mobile Indonesia bekerja sama dengan penyedia jasa perjalanan fotogradi phototrip.id . Sebelum berangkat rombongan berangkat dari Stasiun Bandung dengan dibekali perangkat Vivo V70 dan Vivo V70 FE untuk digunakan selama acara berlangsung.
Setibanya di Pantai Sayang Heulang, kegiatan workshop yang dibuka dengan pengantar dari Brand Strategist PT Vivo Mobile Indonesia, Tarita Maulida. Dalam pembukaannya Tarita berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengalaman pengguna, khususnya penggemar fotografi di Bandung, terhadap kualitas kamera kedua perangkat tersebut, setelah sebelumnya kegiatan serupa digelar di Pulau Bali.

Workshop dan Sesi Foto Konseptual di Sela Sunset
Sesi berbagi pengalaman penggunaan Vivo V70 FE disampaikan oleh jurnalis foto Yogi Ardhi. Dalam paparannya, ia menyoroti perkembangan teknologi kamera ponsel yang kian memanjakan jurnalis visual. Menurutnya, kamera smartphone kini mampu menjadi alternatif cadangan bahkan pengganti kamera DSLR dan mirrorless dalam situasi tertentu.
Ia juga menekankan kolaborasi antara produsen smartphone dengan brand optik ternama Eropa, seperti kerja sama Vivo dengan Zeiss, yang membuka peluang lebih luas bagi fotografer maupun jurnalis foto dalam menghasilkan karya berkualitas tinggi hanya dengan perangkat genggam.

Sesi hari pertama ditutup dengan pemotretan model di Pantai Santolo menjelang matahari terbenam. Model Wulansari tampil mengenakan busana tradisional putri kerajaan pewayangan, berdiri di antara karang landai pantai. Para peserta dengan sigap mengabadikan momen tersebut menggunakan perangkat ponsel Vivo V70 dan V70FE masing-masing. Meski berada pada lokasi, waktu, dan objek yang sama, setiap fotografer menghadirkan sudut pandang dan konsep visual yang berbeda.

Hari Kedua, Foto Konseptual dengan Latar Sunrise
Kegiatan fotografi berlanjut keesokan harinya Ahad (19/4/2026) di Pantai Sayang Heulang. Pada sesi pagi buta, peserta kembali memotret model yang sama dengan latar matahari terbit dan ombak besar yang bergulung di kejauhan. Pengaturan fitur kamera yang telah dieksplorasi sehari sebelumnya dimanfaatkan untuk menghasilkan gambar dengan karakter yang lebih personal.
Tidak hanya berfokus pada fotografi, para peserta juga aktif merekam video untuk kebutuhan konten media sosial. Aktivitas warga sekitar turut menjadi objek menarik, mulai dari nelayan, pedagang, hingga wisatawan yang beraktivitas di sekitar pantai.

Perjalanan ditutup dengan kepulangan menuju Bandung, dengan singgah di Pantai Ranca Buaya. Rombongan menempuh jalur Cidaun–Rancabali–Ciwidey sebelum akhirnya tiba dan berpisah kembali di pelataran parkir Stasiun Bandung.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi kamera smartphone semakin memperluas kemungkinan berkarya bagi fotografer, baik profesional maupun hobiis, tanpa harus selalu bergantung pada perangkat kamera konvensional.
Menurut founder Phototrip.id Joni Manurung, kegiatan ini diharapkan mampu menjembatani pihak brand Vivo sebagai produsen dan komunitas fotografer di berbagai kota. “Dengan mecoba produk kamera ponsel Vivo secara riil di lapangan. Pihak produsen pun bisa memperoleh masukan akan kebutuhan dan memetakan kondisi pasar ponsel dengan kamera premium di Tanah Air,” ujarnya.



